"Kerja Keras Banting Tulang, Peras Keringat" mungkin kata-kata ini sering kita dengar dan dikarenakan terlalu sering sehingga masuk kuping kiri keluar kuping kanan, tak ada pemahaman yang mendasar atas makna kata tersebut.
Berangkat kerja pagi hari buta saat matahari belum menampakkan sinarnya sedikitpun dan pulang pada saat matahari telah sembunyi, selama matahari menyinari selama itu pula kita memburu, mengerjakan, menjalankan, mengendalikan, sampai mengkais-kais sampah. Semua itu dilakukan demi sebuah harapan tuk hari ini dan hari esok, jika menjadi seorang Karyawan maka tentunya akan menerima Gaji, jika seorang Wiraswata maka menerima Untung/Laba, Jika seorang Pemulung maka akan mengumpulkan sampah non organik.
Semua hal yang dilakukan dari Pagi Buta hingga Petang adalah sebuah Pekerjaan yang mengandung tanggung jawab terhadap keluarga, diri sendiri dan lingkungan.
Saat melakukan segala rutinitas, selalu berusaha untuk menjadi sempurna atas apa yang dikerjakan, kerja keras banting tulang, peluh keringat terik matahari menjadi santapan setiap hari dan debu yang selalu menempel saat diluar ruangan, Peras Keringat.,
Kerja keras banting tulang, peras keringat jadi kebiasaan rutinitas bekerja, semua usaha dan cara telah dicoba.
Namun apa daya jika semua itu akan kembali kepada Pembagian Rezeki masing-masing, telah berusaha dengan segala cara namun tidak menghasilkan apapun terkadang mengalami kerugian semua itu adalah REZEKI yang harus dinikmati hari ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment